Jamie Dimon, CEO dari JPMorgan Chase, bilang dia melihat tanda-tanda yang mirip dengan sebelum krisis 2008.

 ðŸ’¥ BREAKING




Kalimat itu bukan basa-basi.

Itu alarm.

Tahun 2008 bukan sekadar angka. Itu saat sistem keuangan global hampir tumbang karena keserakahan, kredit sembrono, leverage gila-gilaan, dan rasa percaya diri palsu bahwa “semua aman.”

Kalau sekarang tanda-tandanya muncul lagi, berarti ada api di balik asap.

Masalahnya bukan cuma bank.

Masalahnya adalah mentalitas:

Orang berutang tanpa hitung risiko.

Institusi kejar profit jangka pendek.

Investor mabuk likuiditas.

Pasar terlalu percaya diri.

Dan ketika orang sekelas Jamie Dimon mulai bicara soal pola 2008, itu bukan untuk cari sensasi. Itu bahasa halus dari: ada yang tidak sehat.

Sistem modern itu kelihatan kuat.

Tapi kalau fondasinya rapuh, satu retakan cukup buat runtuh.

Jangan jadi orang yang kaget waktu semuanya sudah jatuh.

Belajar dari sejarah.

Kelola risiko.

Jangan FOMO.

Jangan percaya narasi “kali ini berbeda.”

Karena dalam sejarah keuangan,

yang selalu bangkrut itu bukan cuma bank.

Tapi kesombongan.

Komentar

Postingan Populer