Ribuan tahun lalu, emas cuma batu kuning.

 



Dicaci. Dianggap hiasan orang gila.

Lalu manusia sadar:

emas nggak berkarat, nggak busuk, nggak bisa dicetak seenaknya.

Raja jatuh, kerajaan lenyap, mata uang kertas mati.

Emas? Masih hidup.

Abad ke abad, emas selalu ditertawakan di awal.

“Ngapain simpan batu?”

Sampai krisis datang.

Sampai uang kertas berubah jadi kertas.

Sekarang?

Yang dulu dihina, dipuja.

Yang dulu dicemooh, dikejar bank sentral.

Harganya tembus batas logika otak.

Pelajarannya kejam:

Aset paling berharga selalu dibenci sebelum dimengerti.

Dan saat semua orang memuja…

yang sabar sudah duduk di atasnya.

Komentar

Postingan Populer