“Kalau Bitcoin di $200.000, jangan jual beli dolar.

 



Karena kalau BTC $200K, dolar sudah dekat kuburannya.”

— Saifedean Ammous

Dengar baik-baik, bangsat.

Kalau Bitcoin tembus $200K, itu bukan cuma soal harga naik.

Itu sinyal keras bahwa daya beli dolar runtuh pelan-pelan.

Bukan Bitcoin yang “mahal”.

Yang terjadi: mata uang lo yang melemah.

Bitcoin itu suplai tetap. 21 juta. Selesai.

Dolar? Bisa dicetak tanpa batas.

Satu dikunci matematika.

Satu dikunci kebijakan politik.

Kalau BTC $200K, artinya pasar global lebih percaya pada aset yang tidak bisa dimanipulasi daripada mata uang yang bisa diperbanyak setiap krisis.

Dan lo masih mau tukar aset langka dengan kertas yang nilainya tergerus inflasi?

Ini bukan fanatisme.

Ini logika sederhana:

Kalau sesuatu yang terbatas terus naik terhadap sesuatu yang tak terbatas,

masalahnya bukan di yang naik.

Masalahnya di yang dicetak.

Mau marah? Silakan.

Mau denial? Gas.

Tapi sejarah keuangan selalu kejam pada mata uang yang kehilangan disiplin.

Komentar

Postingan Populer