Ray Dalio bilang investor harus berhenti membandingkan Bitcoin dengan Gold.

 



Alasannya? Transparansi, privasi, dan risiko komputasi kuantum. Katanya terlalu transparan untuk bank sentral.

Mari kita bicara jujur.

Masalahnya bukan pada Bitcoin.

Masalahnya pada sistem yang terbiasa hidup dari kegelapan.

Selama ratusan tahun, kekuasaan finansial berdiri di atas dua hal:

uang yang bisa dicetak sesuka hati, dan transaksi yang tidak bisa diaudit rakyat.

Lalu datang Bitcoin.

Ledger terbuka.

Supply tetap.

Tidak ada ruang untuk manipulasi politik.

Dan tiba-tiba transparansi dianggap masalah.

Ironis.

Di dunia lama, transparansi memang ancaman.

Karena begitu semua orang bisa melihat aliran uang, banyak permainan lama langsung telanjang.

Bitcoin tidak pernah dibuat untuk menyenangkan bank sentral.

Justru sebaliknya.

Ia lahir dari abu Global Financial Crisis, ketika sistem perbankan runtuh dan rakyat dipaksa menyelamatkan kesalahan elit finansial.

Satoshi tidak menciptakan Bitcoin agar bank sentral nyaman.

Bitcoin diciptakan agar mereka tidak lagi punya kendali penuh.

Soal quantum risk?

Setiap sistem kriptografi di dunia menghadapi evolusi teknologi.

Perbankan.

Militer.

Internet.

Semuanya.

Bedanya satu:

Bitcoin adalah open-source.

Artinya seluruh dunia bisa memperbaiki, mengaudit, dan menguatkannya.

Bukan ruang tertutup elit.

Jadi ketika seseorang berkata Bitcoin terlalu transparan untuk bank sentral, sebenarnya itu pengakuan yang jujur:

Masalahnya bukan pada teknologi.

Masalahnya pada hilangnya kendali.

Dan sejarah selalu menunjukkan satu pola brutal:

Ketika kekuasaan lama merasa terancam, mereka mulai mempertanyakan legitimasi sistem baru.

Bukan karena sistem itu lemah.

Tapi karena sistem itu tidak bisa mereka kendalikan lagi.

Bitcoin tidak lahir untuk menyenangkan mereka.

Bitcoin lahir untuk menghapus kebutuhan akan mereka.

#Bitcoin #BTC #RayDalio

Komentar

Postingan Populer