ANAK-ANAK MASUK RUMAH SAKIT. DAN KITA MASIH MENYEBUT INI HANYA "INSIDEN"?




Jika benar makanan yang seharusnya memberi gizi justru membuat siswa sakit, maka ini bukan sekadar kesalahan.

Ini adalah kegagalan sistem.


Karena makanan bukan sekadar makanan. Makanan adalah kepercayaan.

Orang tua menitipkan anak mereka. Sekolah menerima programnya.

Negara menjanjikan manfaatnya.

Dan ketika ada yang tumbang setelah makan, kepercayaan itu ikut runtuh.

Yang membuat marah bukan hanya dugaan keracunannya. Yang membuat marah adalah kenyataan bahwa kesalahan seperti ini terus berulang.


Setiap program besar selalu dipenuhi janji. Tapi pada akhirnya, yang diuji bukan pidato. Yang diuji adalah hasil.

Karena angka di laporan tidak pernah muntah. Anggaran tidak pernah masuk IGD. Presentasi tidak pernah merasakan sakit perut. Manusia yang merasakannya. Anak-anak yang merasakannya.


Jika keselamatan tidak menjadi prioritas utama, maka program sebesar apa pun hanya akan menjadi proyek yang kehilangan tujuan. Rakyat tidak butuh janji yang lebih besar. Rakyat butuh hasil yang lebih baik. Karena satu kesalahan mungkin bisa dimaklumi. Tetapi kesalahan yang terus berulang adalah pilihan. Dan setiap pilihan memilik

i konsekuensi.


Komentar

Postingan Populer