πŸ”₯ FASE TERAKHIR. INI SAATNYA ORANG DIUJI.


Mayoritas orang selalu melakukan kesalahan yang sama berulang kali.

Saat Bitcoin naik ke langit, mereka FOMO, teriak "to the moon", pinjam uang, beli di harga mahal. Saat Bitcoin jatuh dan darah berceceran di market, mereka panik, ketakutan, jual rugi, lalu kabur. Lalu beberapa tahun kemudian mereka kembali bertanya:

"Kenapa orang lain bisa kaya dari Bitcoin sedangkan saya tidak?'' Karena mereka selalu membeli euforia dan menjual ketakutan.

Sekarang sentimen sedang buruk. Media menakut-nakuti. Influencer musiman menghilang. Banyak altcoin hancur. Banyak trader futures tumbang.

Tapi justru di fase seperti inilah sejarah sering menunjukkan peluang terbesar lahir. Uang besar tidak membeli saat semua orang optimis. Mereka membeli saat mayoritas ketakutan.

Mereka mengumpulkan aset ketika timeline dipenuhi pesimisme, keraguan, dan kepanikan. Bitcoin sudah berkali-kali dinyatakan mati. Namun setiap siklus, Bitcoin kembali menghancurkan narasi para peragu. Tidak ada yang tahu titik dasar pasti. Tidak ada manusia yang bisa menentukan harga terendah secara akurat. Tapi satu hal jelas:

Keuntungan terbesar biasanya tidak didapat saat semuanya sudah terlihat aman. Keuntungan terbesar lahir ketika keberanian lebih besar daripada rasa takut. Karena itu saya terus menambah posisi spot secara agresif. Bukan karena yakin bisa menebak dasar market.

Tapi karena saya memahami satu hal sederhana: Aset terbaik sering dijual dengan diskon ketika mayoritas orang terlalu takut untuk membelinya.



Lima tahun dari sekarang, sebagian  orang akan berkata: "Seandainya dulu saya berani membeli." Dan sebagian lainnya akan menikmati hasil karena mereka berani bertindak ketika semua orang memilih lari.

Ketakutan adalah diskon. Kepanikan adalah peluang. Dan sejarah selalu memberi hadiah kepada mereka yang mampu bertahan lebih lama dari kerumunan.

Komentar

Postingan Populer