⚠️ TIMING-NYA BIKIN ORANG BERTANYA.


Donald Trump mengungkapkan membeli saham Axon Enterprise senilai US$1–5 juta pada 10 Februari. Dua minggu kemudian, ICE menerbitkan permintaan informasi (RFI) untuk kontrak hingga US$220 juta guna sekitar 17.800 Taser, lengkap dengan amunisi (cartridge) tanpa batas dan pelatihan selama 5 tahun.

Yang bikin sorotan?

• Spesifikasi yang diminta mengarah ke TASER 10, produk Axon.

• Sejumlah pakar pengadaan dan kepolisian mengatakan spesifikasi tersebut tampak hanya cocok dengan produk Axon.

• Jika terealisasi, pembelian itu akan membuat persediaan Taser ICE melonjak lebih dari 4 kali lipat.

• Axon juga sedang agresif melobi pemerintah federal dengan pengeluaran lobi sekitar US$2,5 juta tahun lalu.


Sekarang fakta penting yang juga tidak boleh diabaikan:

❗ Belum ada kontrak yang diberikan.

❗ Belum ada bukti Trump mengetahui proses pengadaan itu sebelumnya.

❗ Belum ada bukti Trump ikut campur dalam proses tersebut.

❗ Belum ada bukti Axon mengetahui Trump membeli saham mereka.

❗ Gedung Putih menyatakan aset Trump berada dalam trust yang dikelola anak-anaknya dan transaksi investasi dilakukan pihak ketiga independen, sehingga menurut mereka tidak ada konflik kepentingan.

Tetapi... Dalam politik dan pasar modal, bukan hanya pelanggaran yang dipersoalkan—penampilan konflik kepentingan (appearance of conflict of interest) saja sudah cukup memicu pertanyaan besar.

Saat Presiden membeli saham perusahaan, lalu tak lama kemudian muncul rencana pengadaan pemerintah bernilai ratusan juta dolar yang spesifikasinya dianggap mengarah ke perusahaan tersebut, publik wajar bertanya: Kebetulan... atau sekadar timing yang sangat menguntungkan?

Sampai hari ini belum ada bukti pelanggaran hukum. Namun transparansi dan pengawasan publik tetap wajib dilakukan. Jabatan publik seharusnya bebas, bukan hanya dari konflik kepentingan yang nyata, tetapi juga dari kesan adanya konflik kepentingan.

Fakta tetap fakta. Biarkan data yang berbicara.

Komentar

Postingan Populer