πŸ”₯ 134 alamat kripto resmi masuk daftar sanksi AS!


Departemen Keuangan AS melalui OFAC baru saja menghantam jaringan keuangan ISIS-K dengan menjatuhkan sanksi terhadap 134 alamat kripto yang terdiri dari 131 alamat TRON dan 3 alamat Monero.

Data Chainalysis menunjukkan jaringan ini telah menerima lebih dari US$1,4 juta sejak 2023 dan mengirimkan lebih dari US$880.000 untuk mendanai aktivitas mereka. 

Yang lebih mengejutkan, ISIS-K menggunakan yayasan media al-Azaim untuk meminta donasi kripto melalui website dan aplikasi pesan. Mereka memanfaatkan TRON, Monero, dan Bitcoin sebagai jalur pendanaan. Begitu alamat-alamat itu diidentifikasi, Tether langsung membekukan seluruh saldo USDT pada 131 alamat TRON. Ini membuktikan bahwa stablecoin terpusat bisa dibekukan ketika terkait aktivitas kriminal dan sanksi internasional.

Bukan cuma itu. OFAC juga menghantam jaringan yang terhubung dengan geng kriminal PCC di Brasil, yang diduga mencuci lebih dari US$30 juta hasil kejahatan dan menggunakan kripto untuk memindahkan dana kembali ke Brasil.



πŸ’₯ Pesannya jelas: Kripto bukan tempat aman bagi teroris, pencuci uang, maupun organisasi kriminal. Blockchain meninggalkan jejak, analitik blockchain semakin canggih, dan koordinasi antara pemerintah, perusahaan analitik, serta penerbit stablecoin semakin agresif.

Bagi para penjahat yang masih mengira aset digital adalah tempat bersembunyi, kenyataannya berbeda. Satu per satu alamat dilacak, diblokir, dan asetnya dibekukan. Blockchain itu transparan. Jejak transaksi bisa bertahan selamanya.

Komentar

Postingan Populer