ORANG TUA ZAMAN SEKARANG TERLALU BANYAK BERTANYA. LALU HERAN KENAPA ANAK JADI SUKA MEMBANTAH.

 


Ini bukan soal galak atau lembut. Ini soal kepemimpinan.

Spesialis perkembangan anak yang telah bekerja dengan lebih dari 5.000 anak menjelaskan satu hal sederhana: jangan mengubah aturan menjadi negosiasi.

Kalimat seperti:

"Bisakah kamu pakai sepatu?"

"Mau tidur sekarang nggak?"

"Kenapa kamu selalu begini?"


Kelihatannya sopan. Tapi buat anak kecil, itu terdengar seperti pilihan. Padahal bukan.


Lalu saat anak menolak, orang tua langsung marah. Lah, siapa yang membuka ruang tawar-menawar dari awal?

Anak butuh pemimpin. Bukan pengacara yang terus berdebat dengan kliennya sendiri.

Kalau memang harus berangkat, bilang:

"Pakai sepatu. Kita berangkat."

Kalau memang waktunya tidur, bilang:

"Sekarang waktunya tidur."

Kalau anak memukul saudaranya, jangan teriak: "KENAPA KAMU MUKUL?!"

Tegaskan: "Memukul tidak boleh. Kalau marah, kita cari cara lain."


Itu namanya membimbing, bukan menginterogasi. Banyak orang tua hari ini takut dianggap tegas. Akhirnya semua dibungkus dengan pertanyaan, negosiasi, dan kompromi yang tidak perlu. Akibatnya? Anak bingung mana aturan dan mana pilihan.

Menghormati anak bukan berarti semua keputusan diserahkan kepada anak.

Anak belum punya kematangan emosi dan pengalaman hidup untuk memimpin dirinya sendiri setiap saat. Justru tugas orang tua adalah memberikan batasan yang jelas, tenang, konsisten, dan penuh kasih.



Berhenti membuat setiap aturan menjadi debat. Berhenti bertanya kalau jawabannya memang tidak bisa "tidak".

Anak tidak butuh orang tua yang selalu meminta izin. Anak butuh orang tua yang berani memimpin.

Ketegasan bukan kekerasan.

Kejelasan bukan kekejaman.

Dan disiplin yang sehat jauh lebih berharga daripada rumah yang setiap hari dipenuhi drama, teriakan, dan perebutan kekuasaan.

Komentar

Postingan Populer